Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Arema FC Menang Tipis atas Persebaya

Derbi Jawa Timur yang mempertemukan Arema FC kontra Persebaya Surabaya dalam lanjutan pekan ke-24 Liga 1 berujung manis bagi ‘Singo Edan’. Berlaga di Stadion Kanjuruhan, Sabtu (6/10/2018), Arema menang dengan skor tipis 1-0 lewat gol semata wayang Ahmad Nurhardianto.

Dengan tambahan tiga angka, Arema kini bercokol di posisi ke-11 klasemen sementara dengan koleksi 31 angka. Sedangkan, Persebaya berada tepat di bawah Arema, dengan raihan 29 poin.

Pada laga kali ini, Arema yang diasuh oleh pelatih Milan Petrovic turun gelanggang dengan kekuatan penuh. Paling mencolok tentu saja keberadaan Arthur Cunha Da Rocha di lini belakang. Sempat lama absen lantaran cedera, Arthur kembali bisa berduet dengan Hamka Hamzah.

Serupa dengan Arema, Persebaya pun demikian. Pemain-pemain yang turut andil meraih kemenangan saat mengalahkan Mitra Kukar pada pertandingan terakhir, kembali diturunkan pelatih Djadjang Nurdjaman. Utamanya, tentu saja keberadaan top skorer sementara Persebaya, David Da Silva.

Sebelum pertandingan, wasit Dodi Setia Purnama terlebih dahulu mengajak kedua kesebelasan untuk melakukan one minute silent. Aksi ini ditujukan untuk menghormati korban gempa di Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, yang terjadi pekan lalu.

Mengawali pertandingan, Arema sedikit gugup dalam melancarkan serangan. Padahal, puluhan ribu Aremania yang datang langsung mendukung ke stadion terdengar sibuk menyuarakan dukungan untuk tim tuan rumah.

Alih-alih tampil gugup, kesempatan itu justru dimanfaatkan dengan baik oleh Persebaya. Selama 10 menit awal umpan-umpan pendek menjadi pilihan membongkar pertahanan Arema. Dan atas usaha itu, pada menit ke-13, Osvaldo Ardiles Haay berhasil melepaskan sepakan jarak jauh dari luar kotak penalti.

Tersentak peluang tim tamu, Arema merespons dengan mulai menguasai jalannya laga. Lewat umpan-umpan pendek yang diinisiasi oleh Makan Konate dan Hanif Sjahbandi di lini tengah, bola dialirkan melalui sisi sayap via Alvin Tuassalamony dan Johan Alfarizie untuk mengirim umpan kepada Dedik Setiawan selaku juru gedor.

Salah satu peluang berbuah gol kemudian hadir bagi Arema saat laga memasuki menit ke-21. Berawal dari situasi bola mati, bola kiriman Alvin berhasil disundul oleh Sunarto untuk dikirmkan kembali kepada Konate.

Pemain asal Mali itu berhasil melepaskan tendangan melengkung dari luar kotak penalti tanpa pengawalan, tetapi usahanya masih belum menemui hasil karena melambung tipis di atas gawang Persebaya yang dijaga Miswar Saputra.

Selepas peluang Konate, Arema terus bermain menekan. Bagi Persebaya ini jelas bukan situasi yang bagus karena praktis mereka dipaksa bertahan dan memanfaatkan serangan balik. Namun, usaha Persebaya juga terganjal oleh permainan keras Arema. Beberapa tekel menjurus keras dari barisan pemain belakang Arema kerap menggagalkan usaha Rendi Irwan, David Da Silva dan Misbakus Solikin dalam membangun serangan.

Dan, hingga babak pertama berakhir, aliran bola dari kedua kesebelasan hanya berkutat di lini tengah.
Kembali dari ruang ganti, Arema terlebih dahulu memberikan serangan kejut bagi pertahanan Persebaya. Memasuki menit ke-48, Hamka Hamzah mendapatkan peluang melalui sundulan lewat situasi sepak pojok, beruntung percobaan ekspemain Sriwijaya dan PSM Makassar masih melenceng.

Di babak kedua, Arema benar-benar memaksa persebaya bermain bertahan. Sebab, peluang kembali hadir hanya lima menit dari peluang Hamka. Adalah Alvin yang mendapat ruang di sisi kiri pertahanan Persebaya berhasil melepaskan sepakan di sudut sempit, beruntung Miswar masih sigap merebut bola.
Tak kunjung menciptakan gol, Petrovic melakukan beberapa penyegaran. Ahmad Nur Hardianto masuk menggantikan Sunarto. Sebelum itu itu, Petrovic juga telah terlebih dahulu memasukkan M. Rafli menggantikan Hanif Sjahbandi.

Masuknya Hardianto benar-benar membawa peruntungan yang bagus bagi Arema. Sebab saat laga memasuki menit ke-70, eks pemain Persela Lamongan berhasil memecah kebuntuan lewat golnya. Berawal dari eksekuksi bola mati yang diambil oleh Konate, bola sepakannya memang berhasil dimentahkan Miswar namun tangkapan yang tak sempurna dimanfaatkan Hardianto menjadi gol. Skor 1-0 Arema unggul.

Selepas gol, beberapa pergantian pemain dilakukan Persebaya dengan memasukan gelandang Robertinoi Pugliara untuk menggantikan Rendi Irwan. Tak hanya itu, Otafianus Fernando juga masuk menggantikan Irfan Jaya. Kendati demikian, usaha Persebaya harus gagal menemui hasil, sebab Arema yang sepanjang 10 menit jelang bubaran memilih untuk memperkuat lini belakang. Selain itu, Arema juga memilih bermain menunggu sambil memanfaatkan serangan balik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *