Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Cerita Lengser Gus Dur Presiden Indonesia Ke-4

kisah lengser nya gus dur presiden 1

Cerita Lengser Gus Dur Presiden Indonesia Ke-4

Axaberita.com – Abdurrahman Wahid biasa dipanggil Gus Dur adalah seorang tokoh yang sangat berpegang teguh pada pancasila. Pada saat jabatanya sebagai predisen terancam jatuh kata Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Moh. Mahfud MD.

Ketika acara Diskusi Pemikiran Seorang Gus Dur tentang demokrasi dan Pluarismes di Jakarta Kamis.  Mahfud Berbicara dengan menirukan kata-kata “Saya lebih baik mundur sebagai Presiden daripada melakukan tindakan-tindakan yang melanggar Pancasila, melanggar azas pluralisme”

Beliau juga bercerita disaat menjelang lengsernya Gus Dur sebagai Presiden pada tahun  2001 lalu, ada beberapa orang yang menghubungi Mahfud, Meminta untuk bertemu dengan Gus Dur. Karena permintaan tersebut Gus Dur bersedia menemui mereka.

kisah lengser nya gus dur presiden 1

Pada saat pertemua tersebut sedang berlangsung, Mahfud menanyakan terlebih dahulu tentang kepentingan yang ingin mereka sampaikan pada saat bertemu Gus Dur nanti.

Beberapa orang tersebut mengatakan ingin membantu Gus Dur dari jatuhnya kursi kepresidenan.

Mereka mengatakan “Gus Dur gak mungkin diselamatkan, tapi kami bisa menyelamatkan Gus Dur dari kejatuhan. Syaratnya 1, agar bisa mengeluarkan dektrit Presiden, Ubah Indonesia menjadi negara Islam”, ucap Mahfud

Ketika mengetahui maksud kedatangannya orang-orang tersebut, tanpa panjang pikir Gus Dur langsung memutuskan tidak terima kedatangan mereka.

Mahfud juga memberitahukan bahwa sosok Gus Dur tidak mau dan tidak suka melakukan transaksi dengan lawan-lawan politiknya. Sebelum lengsernya Gus Dur beberapa hari ada sebuah pertemuan Gus Dur ditawarkan untuk melakukan kompromi politik.

Gus Dur diminta untuk merombak kabinet dan menyerahkan pergantian personel menterinya kepada partai politik.

“Gus Dur langsung pukul meja dan mengatakan tidak setuju untuk melakukan transaksi dan kompromi seperti itu. Dia lebih memilih jatuh daripada harus melakukan transaksi jual-beli jabatan seperti” ucap Mahfud.

Mahfud juga mengatakan berdasarkan pemikiran Gus Dur, Pluralisme di Indonesia hanya bisa ditegakan dengan 3 hal yakni, pengakuan kesamaan derajat pada semua manusia, sistem demokrasi yang berjalan baik dan kedaulatan hukum.

“Demokrasi merupakan jalan untuk menegakkan pluralisme tapi demokrasi harus memiliki aturan, yakni kedaulatan hukum agar demokrasi tidak berjalan liar,” kata Mahfud.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *