/Daftar Daerah Wisata di Indonesia yang Berpotensi Rawan Bencana

Daftar Daerah Wisata di Indonesia yang Berpotensi Rawan Bencana

Indonesia memiliki banyak destinasi wisata yang tidak kalah menariknya dari negara-negara lainnya. Akan tetapi beberapa daerah-daerah wisata di Indonesia ternyata berada di daerah yang rawan bencana.

Letak geografis Indonesia yang berada di pertemuan beberapa lempeng membuat Indonesia berada dalam ring of fire atau kawasan cincin api. Cincin api ini membentang sepanjang 40.000 km dan mengelilingi beberapa lempengan yang berada di Samudra Pasifik. Tidak hanya Indonesia, negara-negara lain yang berada di kawasan cincin api di antaranya adalah Selandia Baru, Filipina, Jepang, Indonesia, Amerika Serikat, Rusa, dan Chile.

Indonesia menjadi salah satu negara dengan tingkat paling rawan bencana. “Terdapat 127 gunung aktif dan puluhan sesar aktif di Indonesia,” ujar Fitri Utami, Co-Founder Caventer saat dihubungi kumparanTRAVEL belum lama ini. Gempa berkekuatan 7,4 M disusul dengan tsunami yang mengguncang Palu dan Donggala pada Jumat (28/9) menyebabkan kerusakan di berbagai daerah tidak terkecuali daerah-daerah wisatanya.

Gempa yang terjadi di Palu disebabkan oleh beberapa faktor salah satunya adalah akibat aktivitas sesar aktif yang ada di Palu yaitu Sesar Palu-Koro. Sebagian besar gempa yang terjadi di wilayah ini, khususnya Lembah Palu dan perairan Selat Makassar merupakan kontribusi dari aktivitas sesar ini.

“Palu-Koro merupakan daerah sesar atau patahan yang bergeser. Ini adalah sesar aktif, artinya setiap tahun pasti ada pergeseran patahan walau hanya beberapa milimeter. Palu-Koro adalah sesar teraktif di Indonesia. Di dunia, hanya ada 3 tempat yg memiliki jenis sesar seperti ini, yaitu: Wellington (New Zealand), San Fransisco (USA), Palu Koro (Indonesia)” ujar Fitri.

Tidak hanya Palu, beberapa daerah di Indonesia juga termasuk ke dalam kategori rawan bencana.
“Kami menganggap, semua punya potensi yang sama. Baik laut, atau gunung, atau daratan sekalipun. Karena bencana kan bentuknya bisa macam-macam. Ada pohon tua tiba-tiba roboh, misalnya, pas di Kalimantan, walaupun dia tidak banyak dilalui sesar, juga tetap bisa menjadi bencana,” ujar Fitri.

https://www.instagram.com/p/Bh8sC8Ahk3V/?utm_source=ig_embed

Daerah-daerah wisata di Palu dan Donggala terdampak paling parah akibat bencana ini. Seperti Pantai Talise yang porak-poranda akibat tsunami yang menerjang Palu dan Donggala. Tidak hanya Pantai Talise, beberapa destinasi wisata lainnya juga ikut terdampak. Di antaranya adalah Danau Tabing (Taman Nasional Lore Lindu), Anjungan Nusantara Palu, Gunung Gawalise dan lainnya.

“Intinya semua tempat di Indonesia sebenarnya rawan bencana, upaya preventif ‘sadar bencana’ akan selalu diperlukan,” ujar Fitri. Lantas bagaimana untuk mengantisipasi agar bencana yang terjadi dapat diminimalisir kerugian materil dan immateril. Salah satunya adalah mengedukasi masyarakat agar sadar terhadap bencana.

Dan juga meningkatkan infrastruktur yang tahan bencana sehingga dapat menciptakan rasa aman bagi para wisatawan. Karena salah satu faktor yang membuat orang ingin berkunjung ke daerah wisata adalah keamanan. “Beberapa daerah di Indonesia memang menyimpan titik bahaya. Tapi, jika ada dilengkapi dengan fasilitas atau informasi atau alat penunjang keamanan lainnya, pasti wisatawan akan merasa aman,” tutup Fitri.