Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Sepekan Berdarah Di Kancah Sepakbola Eropa

Sepekan Berdarah Di Kancah Sepakbola Eropa

Axaberita.com – Sepakbola Eropa dalam sepekan terakhir merupakan pekan berdarah di kancah sepakbola Eropa. Kejadian yang membuat korban akan mengalami cedera di salah satu bagian tubuh.

Bola sepak merupakan sebuah olahraga yang dimainkan di sebuah lapangan besar baik di dalam sebuah stadion maupun di luar stadion.

Dan merupakan olahraga yang dimainkan oleh 22 orang di dalam lapangan yang terbagi menjadi 2 tim yang berisi 11 orang melawan 11 orang yang memperebutkan sebuah bola.

Namun apa jadinya jika benturan keras terjadi pada saat berusaha merebut bola. Banyak hal bisa terjadi, misalnya pemain akan mengalami cedera ringan ataupun cedera parah.

Jika cedera ringan maka hanya akan mengalami memar ataupun keseleo maupun terluka dengan intensitas yang masih normal.

Namun jika cedera parah maka bisa sampai patah kaki, pingsan maupun hingga harus dilarikan ke rumah sakit karena cedera yang dialami.

Dalam sepekan terakhir ada beberapa cedera horor karena cucuran darah yang sangat banyak terjadi di kancah sepakbola Eropa.

Sepekan Berdarah Di Kancah Sepakbola Eropa

Pertama, terjadi di League Two – kompetisi Liga Inggris di kasta keempat atau 3 level di bawah Premier League – dimana cedera terjadi pada punggawa Forest Green Rovers, James Montgomery.

Sepekan Berdarah Di Kancah Sepakbola Eropa

 

James Montgomery yang berposisi sebagai kiper Forest Green ini harus kehilangan salah satu giginya usai menerima tendangan dari Gethin Jones, punggawa Mansfield Town secara tidak sengaja ketika keduanya tengah beradu di depan mulut gawang.

Montgomery pun harus segera dilarikan ke rumah sakit usai kejadian tersebut. Dengan spul telapak sepatu bola yang terbuka dan menghantam ke wajah Montgomery.

Selain kehilangan giginya, Montgomery juga harus menerima beberapa jahitan di bagian bibirnya yang koyak.

Kedua, kejadian lainnya terjadi di Liga Spanyol, La Liga. Uniknya cedera koyaknya pelipis yang dialami oleh Gabriel Paulista ini bukan lantaran punggawa tim lawan melainkan karena berbenturan dengan rekan setim.

Sepekan Berdarah Di Kancah Sepakbola Eropa

Ya, Gabriel mengalami benturan keras dengan Ezequiel Garay – keduanya punggawa lini bertahan Valencia – saat menghalau bola udara yang terjadi di depan gawang Valencia.

Nahas, Gabriel harus mengalami cedera parah di pelipisnya sementara Garay mengalami memar pada pipi dan harus dikompres dengan es.

Keduanya pun terlihat sudah saling meminta maaf atas kejadian yang tidak disengaja tersebut dalam postingan akun sosial media Garay.

Untungnya Valencia berhasil lolos ke babak berikutnya usai mengalahkan Getafe di babak perempatfinal Copa Del Rey dengan aggregat 3-1.

Ketiga, kejadian kembali terjadi di ranah sepakbola Inggris dengan gaya sepakbola Kick n Rush.

Sepekan Berdarah Di Kancah Sepakbola Eropa

Namun bukan karena gaya sepakbola yang diusung di Inggris melainkan dewasa ini para pemain muda di sepakbola yang terlalu rentan cedera.

Adalah Championship Division menjadi tempat kejadian sepekan berdarah di kancah sepakbola.

Dalam pertandingan antara tim tuan rumah, Reading menghadapi Aston Villa dalam lanjutan pertandingan pekan 30.

Penyerang Reading, Nelson Oliveira yang menghadapi Tyrone Mings – bek Aston Villa – harus menjadi korban berdarah tersebut usai ‘terpijak’ oleh sang pemain bertahan.

Cedera guratan yang harus di jahit pada menit 70 itu pun membuat dirinya harus ditarik keluar untuk menjalani perawatan lebih lanjut.

Sayangnya pertandingan kedua tim harus berakhir sama kuat karena kedua tim gagal mencetak gol hingga peluit panjang dibunyikan wasit.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *